DEDIKASI PENGABDIA N ANAK NEGERI DIUFUK TIMUR INDONESIA

Buton jakartaberisiknews.my.id|| Seorang gadis belia berusia Remaja bernama Siti Nurhaliza Muhammad
Ananda adalah puteri pertama dari Ketua Umum DPP GARDARINDRA Muhammad Darmin Ali menyempatkan dirinya pada Selasa, 11 Agustus 2026 menjadi bagian deretan Obor Pramuka dengan nama salah seorang sultan Buton “La Elangi” sebagai sejarah pengabdian Sanga Sultan ditanah berkah tersebut, tepat pagi hari menjelang siang di Kota Baubau Sulawesi tenggara
Dengan semangat kebangsaan dan patriotismenya para kafilah Pramuka menyelimuti kota dengan Benteng Terluasnya tersebut,memulai lintasan anak-anak Remaja dan Peserta Didik untuk mengikuti Gerak jalan indah pada sesi pertama, adalah wajah Raja Wa Kaka yang tampan nan Cantik menawan tersebut putri Liza mengikut sertakan diri dari ribuan siswa dan siswi sebagai peserta dari SMA negeri 1 Baubau sebagai salah satu sekolah paforit dan kebanggaan didaerah tersebut,
Ayunan tangan,gerak kaki dan pluit yang indah menyambangi lintasan hingga pada panggung penghormatan

Sunngguh terlihat indah anak binaan dari Pramuka Dewasa dan Remaja ini menjadi perhatian utama para punggawa panggung penghormatan.
Situ Nurhaliza Muhammad lahir di kota Baubau,14 November 2011 silam terhitung cepat dengan telah menyelesaikan pendidikan SMP nya di kelahiran ayah tercinta ,sebagai darah organisatoris seperti Ayahnya ia pun banyak menggeluti ritme belajar ekstra dan resminya. Menjadi bagian anak pemula group Bola Basket di NNC, menjadi Anggota OSIS pemula hingga Pramuka digelutinya,
Sang motivator wanita ini bercita-cita dalam hidupnya ia akan menjadi seorang Dokter
Suatu kebanggaan tersendiri buat kedua orang tua tercintanya – dara gadis berdua bersama sang adik Claudya Karin Muhammad ini sangat antusias dalam kegiatan sehari-harinya
Saat ini, sedang ia mencoba masuk privat bahasa asing agar kelak dapat berpartisipasi aktif dilingkungannya,
Liza sapaan akrab gadis cilik paras BUTUNI’ ini sangat menggandrungi Silat sejak kecilnya sebagai perisai diri dalam mengarungi masa – masa kedepannya, akhir dari cerita gadis cilik penerima piala tropi Puisi di kecamatan kampung halaman ayahanda tersebut selalu menjadi pembelajaran terindah dalam step by step perjalanan hidupnya.
Semoga menjadi wanita bertanggung jawab dan Sholehah dalam dedikasi hidupnya,-
Red