Air Mata Kepala Suku George Gillette Dan Pelajaran Tentang Menepati Janji

(Foto Sumber Facebook)
jakartaberisiknews.my.id -Sebuah foto bersejarah dari tahun 1946 mengabadikan momen emosional yang sulit dilupakan. Kepala Suku George Gillette, yang dikenal dengan nama Serigala Bertotol, terlihat menangis di hadapan para perwira militer Amerika Serikat. Isak tangisnya pecah setelah menerima kabar bahwa sukunya harus dipindahkan demi pembangunan Bendungan Garrison di Dakota Utara.
Janji yang Diingkari
Dengan penuh kepedihan, George Gillette mengingatkan para perwira tersebut tentang janji pemerintah AS untuk membiarkan sukunya hidup damai. Janji itu sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani oleh leluhurnya pada tahun 1896.
Sayangnya, janji tersebut diingkari. Pemerintah AS tetap mengusir mereka ke wilayah rawa-rawa yang tidak layak huni. Akibatnya, banyak anggota suku meninggal karena malaria. Tanah mereka disita, dan sisa anggota suku dipaksa berpencar ke berbagai penjuru Amerika.
Kisah ini bukan satu-satunya. Sejarah mencatat bahwa dari 371 perjanjian damai yang pernah ditandatangani pemerintah AS dengan suku-suku Indian, hampir tidak ada satu pun yang dihormati dengan jujur selama ratusan tahun.
Pelajaran dari Al-Qur’an Tentang Pengingkaran Janji
Karakter manusia yang gemar melanggar kesepakatan ini ternyata telah dijelaskan dalam Al-Qur’an jauh sebelumnya.
Melalui Surah Al-Anfal ayat 56, Allah SWT berfirman tentang orang-orang yang kerap memungkiri janji setiap kali mereka bersepakat, karena tidak memiliki rasa takut kepada Allah.
Begitu pula dalam Surah Al-Baqarah ayat 100, Allah menegaskan bagaimana sebagian besar dari mereka selalu melemparkan janji yang telah dibuat karena mereka memang tidak beriman.
Kesaksian Sejarah di Zaman Rasulullah SAW
Kesaksian Al-Qur’an ini sejalan dengan realitas sejarah pada masa Rasulullah SAW di Madinah. Ketika pertama kali tiba di sana, beliau merumuskan Piagam Madinah sebagai kesepakatan damai tertulis dengan kaum Yahudi. Namun, kesepakatan tersebut berulang kali dikhianati.
Kaum Yahudi dari Bani Qaynuqa menjadi kelompok pertama yang melanggar janji setelah kaum Muslim meraih kemenangan di Perang Badar, padahal perjanjian itu baru berjalan satu tahun. Setelah itu, giliran Bani Nadir yang berkhianat pasca Perang Uhud dengan memanfaatkan situasi kaum Muslim yang sedang melemah.
Puncaknya, Bani Qurayzah melakukan pengkhianatan paling berat saat kaum Muslim berada dalam situasi genting dan mencekam selama Perang Khandaq.
Peristiwa ini memberi pelajaran penting: jika terhadap seorang Rasul yang mereka ketahui kejujurannya saja mereka berani berkhianat, maka tentu tidak bisa diharapkan mereka akan menepati janji kepada orang lain, apalagi kepada pihak yang mereka anggap lebih lemah.
Kisah George Gillette dan foto air matanya menjadi pengingat abadi bahwa sejarah akan terus berulang jika manusia lupa akan nilai sebuah janji.
Sumber : Facebook